Menjelang pagi,. disematkan'nya mimpi,
di selasar do'a tiga kepala.
menjejak angan dalam buaian,
tak tentu arah, tak tentu tujuan.
kemanakah lentera, penerang jiwa,
yang s'lalu ia panggil dalam khusu' nya do'a,
demi sempurnanya makna "hamba".
masih tertahankah dalam "Tangan-Nya"?
Ia semakin tertunduk, menggerung takluk..
dalam ketidakmampuan hati, akal dan diri
mencermati biasnya harapan, dan semu'nya angan.
"Aku ingin pulang.." Desahnya lirih.
22032011, 2.32
Tidak ada komentar:
Posting Komentar