Kamis, 13 Desember 2012

Pamanceg

Bermainlah sepuasmu, nak.. 
Sebelum ku antar kau ke depan pintu gerbang madrasah. 
Jangan takut, nak.. 
Rizki ada dan terasa, disetiap nafas yg kau hela 
Rizki ada dan terasa , seluas matamu memandang 
Rizki ada dan terasa, disetiap langkah yang kau ayun 
Rizki ada dan terasa, ketika kau bersujud mensyukurinya. 

Rizki bukan dari sehelai kertas berisi angka-angka 
Ia tak perlu bertanya harus datang kepada siapa 
Ia hanya perlu patuh terhadap kehendak-Nya 
Maaf.. jika tak kuperlakukan kau sama seperti mereka. 

Yakini bahwa tak ada satupun yang luput dari pengamatan Allah tuhan kita, meski hanya sehelai daun yang gugur dari cabang 
Maka takutlah akan hasad dan zhalim'nya pemikiran.. 
Allah menjadikan ilmu sebagai penguat Iman, 
Namun tidaklah semua dapat kau genggam, hanya sebagian kecil, setetes air di lautan. 
Peganglah apa yang kau ketahui, berlepaslah dari apa yg tidak kau ketahui. 
Kepintaranmu bukan dari setiap jawaban yang kau berikan, tapi ketika kau tau kapan harus bicara dan kapan harus diam. 

Bermainlah sepuasmu, nak.. 
Sebelum waktu shalat tiba. 


======= 
Inspired by Drs. H. Hasanul Arifin Attha, MM. 
Terima kasih pak.. Allahumaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar