Aku tak sekuat itu, Mak..
Menatap kristal-kristal bening yang bergulir di rona merah ufuk senja,
memungut serpihan-serpihan hati yang terkoyak oleh ketidak-mampuan logika dalam mencerna..
Aku tak sekuat itu.
Engkau sudah terlalu renta, Mak..
sudah tak mungkin lagi bertahan di segala cuaca,
Biarkanlah ruang dan waktu berjalan seiring dengan kehendak dan ketentuan-Nya.
Janganlah engkau bersusah hati menanti jawaban setiap do'a,
karena tiada pernah ada kebaikan yang berakhir derita.
Engkau matahatiku, Tuhan pun tau itu.
27 Agustus 2011, 5.01
Menatap kristal-kristal bening yang bergulir di rona merah ufuk senja,
memungut serpihan-serpihan hati yang terkoyak oleh ketidak-mampuan logika dalam mencerna..
Aku tak sekuat itu.
Engkau sudah terlalu renta, Mak..
sudah tak mungkin lagi bertahan di segala cuaca,
Biarkanlah ruang dan waktu berjalan seiring dengan kehendak dan ketentuan-Nya.
Janganlah engkau bersusah hati menanti jawaban setiap do'a,
karena tiada pernah ada kebaikan yang berakhir derita.
Engkau matahatiku, Tuhan pun tau itu.
27 Agustus 2011, 5.01
Tidak ada komentar:
Posting Komentar